Senin, 26 Desember 2011

Jalan Setapak


di sini

aku berdiri

menatap lurus

ke arah matahari


kutatap lurus

jalan setapak

yang tiada akhir bagiku

mengundangku

untuk menyusurinya


dengan ragu aku bertanya

beranikah aku

berjalan di jalan setapak ini

yang asing bagiku

dengan akhir penuh tanda tanya


namun hati kecilku berbisik

berjalanlah

tanpa takut dan ragu

angkat wajahmu

tatap jalan di depanmu

apakah jalan itu menakutimu

apakah jalan itu akan menggigitku


aku terhenyak

benar

tak mungkin jalan itu akan menggigitku

benar

jangan biarkan jalan itu menakutiku


aku melangkahkan kakiku

melangkah dengan pasti

satu per satu

meninggalkan jejak


biarkanlah jejak itu

ia akan menghilang tertiup angin


kupercepat langkahku

hingga aku berlari

mengejar matahari

yang sinarnya mulai meredup

mengundang rembulan

untuk menggantikannya

menyinari bumi

dengan langit malam

dan bintang

sebagai teman

dalam perjalananku

yang tiada akhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar